Skip to main content

Balanced Scorecard Abstract


ABSTRACT

Definition of Balanced Scorecard if translated could mean a balanced performance report card (Balanced). Scorecard is a card that is used to record the score results of the performance of an individual or group, as well as to record the scores plan to be realized. In this study the authors measure the performance of the company to determine the extent to which the state of the company when seen with the balanced scorecard. In the balanced scorecard has a privilege because it can measure not only in financial terms alone, also measure customer perspective, internal business and learning and growth perspective. After the analysis is done, it can be seen that the performance of PT Bangun harmony as a whole has been good enough. On the financial perspective with indicators ROE, ROI, Current Ratio, Debt Ratio and Debt To Equity Ratio get results 4.5 which shows adequate performance. 3,66 customer perspective gets results that show sufficient performance to satisfy customers. internal business perspective we got the result 3.5, which means the company has been able to do a pretty good productivity, and for learning and growth perspective which shows the results obtained 3.5 employee satisfaction levels are quite satisfactory. From these studies it can be concluded that by using the Balanced Scorecard can provide a more structured and thorough. If taken an average of four balanced perspectives scorecaerd, the company gets a value of 3.78, which means quite good. for the future the company must continue to improve the effectiveness of its performance.

Keywords : Balanced Scorecard, performance measurement


ABSTRAK


Pengertian Balanced Scorecard sendiri jika diterjemahkan bisa bermakna sebagai rapor kinerja yang seimbang (Balanced). Scorecard adalah kartu yang digunakan untuk mencatat skor hasil kinerja seseorang atau suatu kelompok, juga untuk mencatat rencana skor yang hendak diwujudkan. Dalam penelitian ini penulis mengukur kinerja perusahaan menggunakan empat perspektif balanced scorecard,  yaitu perspektif finansial, perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Setelah analisis yang dilakukan, PT Bangun Selaras  secara keseluruhan sudah cukup baik. Pada perspektif keuangan dengan indikator ROE, ROI, Current Ratio, Debt Ratio dan Debt To Equity Ratio mendapat hasil 4,5 yang menunjukkan kinerja yang cukup. perspektif pelanggan mendapat hasil 3,66 yang menunjukan kinerja yang yang cukup memuaskan pelanggan. perspektif bisnis internal didapat hasil 3,5 yang berarti perusahaan sudah dapat melakukan produktivitas yang cukup baik, dan untuk perspektif pembelajaran dan pertumbuhan didapat hasil 3,5 yang menunjukan tingkat kepuasan karyawan yang cukup memuaskan. Dari penelitian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa dengan menggunakan Balance Scorecard dapat memberikan gambaran yang lebih terstruktur dan menyeluruh.

Kata kunci : Balanced Scorecard, pengukuran kinerja perusahaan


Comments

Popular posts from this blog

Makalah Kimia Industri, Proses Pembuatan Sabun

KATA PENGANTAR        Atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami telah menyelesaikan makalah ini. Makalah yang kami susun berjudul “ INDUSTRI SABUN “. – Kimia Industri.        Makalah ini tidak akan terwujud tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu perkenankan kami mengucapkan terima kasih kepada para dosen fakultas Teknik khususnya kepada bapak dosen mata kuliah Kimia industri Dan Organisasi dan teman-teman yang secara langsung maunpun tidak hingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.        Semoga bantuan yang diberikan kepada kami dalam menyelesaikan makalah ini secara langsung maupun tidak langsung, mendapatkan balasan dari Tuhan Yang Maha Esa. Kami menyadari bahwa dalam menulis makalah ini, masih jauh dari sempurna, mengingat keterbatasan kemampuan yang kami miliki. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun akan sangat berguna bagi penulisan makalah selanjutnya, semoga makal...

Sejarah Perkembangan Ergonomi

Sejarah Perkembangan Ergonomi Reevolusi industri yang berlangsung sekitar dua setengah abad yang lalu telah membawa perubahan-perubahan dalam banyak hal. Awal perubahan yang paling menyolok adalah diketemukanya rancang bangun (rekayasa/ engineering) mesin uap sebagai sumber energy untuk berproduksi, sehingga manusia tidak lagi tergantung pada energy otot ataupun energy alam (wignsubroto, 2011). Lebih jauh lagi manusia bias menggunakan sumber energy secara lebih flexible, dipindahkan atau ditempatkan dimanapun lokasi aktivitas produksi akan diselenggarakan. Diketemukanya mesin uap merupakan awal dikenalnya sumber tenaga utama (prime mover) yang mampu meningkatkan mobilitas dan produktivitas kerja manusia. Hal lain yang patut dicatat adalah diterapkanya rekayasa tentang tata cara kerja (methods engineering) guna meningkatkan produktivitas kerja yang lebih efektif-efisien dengan menganalisa kerja system manusia-mesin sebagai sebuah system produksi yang terintegrasi (wignsubroto, 2011)...

MAKALAH LEAN MANUFACTURING KAIZEN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang        Setelah Perang Dunia II, Amerika membantu perekonomian Jepang agar bangkit kembali dan terus maju. Para ahli industri didatangkan dari Amerika untuk mengembangkan program pelatihan manajemen.Salah satu program dalam training tersebut adalah perbaikan dalam 4 tahap atau yang kemudian disebut sebagai: Kaizen yang berarti perbaikan mutu secara terus-menerus.        Kaizen atau continuous improvement adalah aktivitas perubahan yang dilakukan  secara terus menerus untuk meningkatkan apa yang telah dicapai ke arah yang lebih baik. Kaizen merupakan suatu konsep dan filsafat yang berasal dari Negara Jepang tetapi sangat diterima oleh Barat sehingga menciptakan budaya yang berpengaruh. Budaya tersebut menggabungkan berbagai keunggulan dan manfaat kerjasama tim dalam kaizen dengan kekuatan individual pada masyarakat Barat. Budaya kaizen di kehidup...